6 Penyakit Yang Sering Terjadi Di Musim Penghujan, Dari Diare Hingga Leptospirosis

Agar tetap sehat meski di musim hujan, perlu perhatian khusus dari masyarakat, Apalagi sekarang situasi COVID-19 belum berakhir, Mengutip kemkes.go.id, saat musim hujan rawan beberapa penyakit.

6 Penyakit yang Sering Terjadi Saat Musim Hujan

1. Diare

Hal terpenting yang menyebabkan diare adalah personal hygiene.

Banjir yang melanda sumber air minum, khususnya sumur dangkal, dapat mencemari sumber air minum.

Ini termasuk evakuasi paksa warga yang terkena dampak banjir.

Keterbatasan sarana dan prasarana berpotensi menimbulkan penyakit diare karena penularannya yang cepat.

Diare biasanya ditandai dengan buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih.

Kotoran penderita diare berukuran tidak teratur atau tampak encer, seperti cairan dengan atau tanpa ampas.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Infeksi saluran pernapasan akut disebabkan oleh virus, bakteri, dan berbagai mikroorganisme lainnya.

Gejala utama infeksi saluran pernapasan akut adalah batuk dan demam.

Jika kondisinya parah, bisa disertai sesak napas dan nyeri dada.

3. Demam Berdarah

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Saat musim hujan, tempat perkembangbiakan nyamuk semakin meningkat.

Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak terdapat sampah seperti sampah kaleng dan bekas ban bekas, serta terdapat tempat-tempat yang terdapat genangan air dan genangan untuk sementara waktu.

Kolam adalah tempat berkembang biak nyamuk.

Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam gerakan 3M: penimbunan tong sampah, pengurasan tangki air secara berkala, dan penyegelan tangki penampung air.

Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala demam tinggi tanpa sebab yang jelas disertai tanda-tanda pendarahan, mereka harus segera dibawa ke fasilitas medis.

4. Leptospirosis

Leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospirosis.

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh hewan.

Hewan utama yang terinfeksi di Indonesia adalah tikus melalui feses dan urin.

Selama musim hujan, terutama saat banjir, tikus penggali keluar untuk menyelamatkan diri.

Tikus berkeliaran di sekitar manusia dan kotoran serta urinnya bercampur dengan air bah.

Seseorang dengan luka terbuka dapat terinfeksi jika direndam dalam air banjir yang dicampur dengan kotoran/urin tikus yang mengandung bakteri leptospirosis.

Baca Juga: Tiga Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh Di Tengah Ancaman OmicronSimak Panduan Berikut Ini, Tips Atasi Kesemutan Secara Alami

5. Penyakit kulit

Penyakit selanjutnya yang bisa menyerang saat musim hujan adalah penyakit kulit.

Bisa jadi infeksi, alergi, atau bentuk lainnya.

Sanitasi yang buruk saat banjir.

Penularan penyakit kulit dapat terjadi di kamp-kamp pengungsi di mana banyak orang berkumpul.

Baca juga: Sebenarnya Apa Itu Transplantasi Rambut? Inilah Proses, Manfaat, Hingga Efek Sampingnya

6. Gangguan Pencernaan

Penyakit selanjutnya adalah saluran cerna.

Misalnya penyakit tifus atau biasa disebut tifus atau tifus.

Tifus biasanya disebabkan oleh faktor kebersihan pada makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Gejala tifus termasuk demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, diare, dan bahkan ruam kulit.

Leave a Comment